Langsung ke konten utama

Kenapa Bulan Bisa Berwarna Merah Saat Terbit dan Terbenam?

Apakah kamu pernah melihat Bulan saat masih rendah di langit timur dengan warnanya yang merah?, Mungkin kamu akan berpikiran "Wah, ada fenomena apa ini?". Untuk menjawab keingintahuan mu mengenai astronomi khususnya pada materi kali ini, simak ulasan berikut ini yuk!


Mengapa Bulan Tampak Merah Saat Terbit dan Terbenam?

Memang nya Bulan bisa terbit dan terbenam? Eitss, sebelum ke Bulan, apakah kamu tahu mengapa langit di Bumi berwarna biru? Yap! Langit Bumi bisa berwarna biru karena ada partikel oksigen dan nitrogen di udara yang banyak memantulkan warna biru dari spektrum Matahari. Foton-foton cahaya biru di pantulkan dengan sempurna ke segala penjuru Bumi sehingga menciptakan langit yang berwarna biru.

Nah!, Ternyata ini sama hal nya yang membuat Bulan kita berwarna merah saat baru terbit dan terbenam lho!.

Kamu pasti tahu, Bulan tidak dapat memancarkan cahayanya sendiri, tetapi dia bisa bersinar karena memantulkan cahaya Matahari yang diterimanya. Otomatis ketika kita melihat cahaya Bulan, yang kita lihat adalah sisi siang hari di Bulan.


Bulan bisa tampak berwarna merah ketika posisi nya masih rendah di langit, tetapi ketika sudah tinggi sekitar 90° atau tepat diatas kepala, warnanya akan berubah menjadi putih kekungingan. Hal ini bisa terjadi karena ketika Bulan berada tinggi di langit, cahayanya akan bergerak melalui atmosfer yang lebih tipis daripada ketika dia masih rendah di langit, hal ini pun juga berlaku pada saat Matahari terbit dan terbenam.


Semakin rendah posisi objek di langit, makan cahaya nya akan melewati atmosfer yang lebih tebal, yang pada akhirnya menimbulkan efek refraksi. Refraksi atau pembiasan adalah perubahan arah rambat partikel cahaya akibat terjadinya percepatan. Refraksi pada atmosfer inilah yang membuat cahaya yang datang dari objek akan terhambur-hamburkan berdasarkan panjang gelombang nya.

Setiap warna merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu (mejikuhibiniu) memiliki panjang gelombang yang berbeda-beda. Warna merah merupakan yang paling panjang gombangnya sedangkan warna ungu terpendek. Akibatnya  gelombang pendek akan terhambur di atmosfer dan menghilang, sedangkan gelombang panjang seperti merah, jingga, dan kuning akan tetap diteruskan sampai kepada kita.

Bulan Bisa Terbit dan Terbenam?

Kamu pasti pernah dong melihat Matahari terbit dan terbenam, kalau belum sepertinya kamu bukan makhluk Bumi. Tapi tunggu, apa kamu sudah pernah melihat Bulan terbit dan terbenam? Iyaa, Bulan juga bisa terbit dan terbenam, berbeda dengan waktu terbitnya Matahari yang cenderung tetap, waktu terbit dan terbenamnya Bulan berbeda-beda tergantung pada fase dan dimana Bulan itu berada pada orbitnya.

Perlu kamu ketahui, Bulan juga bergerak mengelilingi Bumi, periode orbitnya adalah 29,5 hari. Saat dia mengorbit Bumi, Bulan juga berotasi pada sumbunya. Karena mengalami dua pergerakan itu Bulan jadi memiliki fase- fasenya. 

Setia hari, karena Bulan berputar mengelilingi Bumi, Bulan akan terbit 50 menit lebih lambat dari hari sebelumnya. Contohnya : Jika kamu melihat Bulan pada pukul 20:00 malam, kamu akan melihat lagi besok pada pukul 20:50 malam, dan begitu pun seterusnya.

Di gelap gulitanya malam Bulan selalu muncul untuk menemani rasa kesepian hati mu, walaupun Bulan muncul setiap hari kita tidak pernah ada rasa bosan-bosannya untuk selalu melihat keindahan yang telah Tuhan berikan.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa itu Nova, Supernova, Hipernova, dan Kilonova?

Lubang Hitam Terdekat Dari Bumi Berhasil Ditemukan!